PINDAHAN WARUNG

Januari 6, 2010

Terhitung Mulai Hari ini Tgl 6 Januari 2010 Semua Meteri Blog Ini Saya Pindahkan Ke Alamat Yang Baru di :

http://harmi.jogjamedia.net

Terima Kasih


Membuat FlashDisk Bebas Virus Tanpa Software

Oktober 18, 2009

Ide ini muncul berawal dari keluhan seorang teman saja yang menanyakan ke saya karena flashdisknya sering sekali terinfeksi virus setelah digunakan untuk mencopy data atau terhubung ke komputer lain…

sebenarnya kalau kita jeli setiap virus menginfeksi flashdisk pasti si virus akan membuat file autorun.inf di dalam flashdisk anda… hayoo coba di check…  nah kalau kita menggunakan sistem operasi windows… ini sudah pasti yah.. karena sampai sekarang belum ada informasi ada virus di linux apalagi yang menginfeksi flashdisk..

ok tanpa panjang lebar lagi silahkan langsung pasang flashdisk anda di komputer/laptop selanjutnya ikuti langkah berikut ini

1. buka windows explorer dan buka flashdisk anda

2. hapus file autorun.inf jika sebelumnya sudah ada

3. buat folder baru dengan nama autorun.inf

4. masuk ke folder autorun.inf yang tadi sudah dibuat

5. buat 1 file di dalam folder autorum.inf dengan cara klikkanan –>New–>textdocument  beri nama sapa saja

6. selanjutnya buka start->accesories->tools->charactermap

7. pada character map pilih font unicode contoh: lucida-unicode, arial-unicode

8. pilih 5 font di dalam charactermap tersebut kemudian silahkan di copy

9. rename file text yang tadi dibuat dengan mempaste charackter unicode tadi.. ndak usah kawatir kalau nama filenya jadi kotak kotak karena yang kita gunakan adalah character unicode

10. selanjutnya masuk ke Dos prompt ketikkan attrib +s +h +r f:\autorun.inf (jika patch flasdisk ada di f: jadi silahkan di sesuaikan).

nahh silahkan coba…

Loh kalau ada virus kan bisa saja tuh virus menghapus folder autorun.inf yang ada.. ini bagaimana pak?…

jadi begiini nak… hayahh… virus hanya bisa menghapus file/folder dengan charackternya windows sementara yang tadi kita buat nama file nya menggunakan character unicode jadi pasti virusnya langsung pusing tuh…

semoga bermanfaat..


FEDORA SEMAKIN MENGGODA

Mei 11, 2008

upss… judulnya iklan banget ya.. ya tapi memang seperti ini kenyataanya karena linux fedora core 8 sekarang ini makin ruarrr biasa and semakin mudah digunakan.. pokoknya plug and play nya dah oke bangetzz…

hal ini saya alami sendiri ketika kemarin saya terpaksa harus mengganti notebook compaq presario 2500 yang dibelikan kantor sekitar tahun 2004 karena sudah ndak kuat lagi melayani diriku jadi ganti dengan toshiba portege m600 lagi-lagi dibelikan oleh kantor ini.. kalau beli sendiri ya nanti dulu.

kalau dipikir-pikir apa hubungannya laptop baru sama fedora yang makin menggoda ya.. koq ngelantur ya.. back to topic!!!!

jadi awal ceritanya seperti ini :

setelah pagi hari notebook lama saya dipastikan mati bersama data-data saya di hardisk sebesar 80gb itu saya langsung kontak mbak asti (atas saran mas jhery loh) untuk meminta notebook pengganti.. begitu dapat lampu hijau langsung degh kontak harisma cari notebook yang sesuai budget.. eh gak ada.. terus ke computa deh… disana terhubung dengan bu dewi dan bilang kalau masih ada stok toshiba portege m600.. ya wis langsung pesen n siang itu juga saya ambil dengan ditemenin mas jhery ke computa..dari computa langsung ke lab untuk mencoba nih notebook baru. begitu dinyalain jreng!!!!.. loading deh tuh notebook dengan windows vista basic preinstallnya..lihat tampilan awalnya wuihh kerennn nihh si pista… begitu mencoba menginstall aplikasi.. ting tong…. alert messagenya muncul dah… ini vista bawel banget yak…

disinilah masalah dimulai… mulai dari software-software yang ndak kompatibel dengan nih vista sampai hardware tambahan yang ndak bisa dipakai gara-gara drivernya ndak support vista.. huh… akhir coba install windows XP yahh gagal dehh karena win XP sp2 kan belum support SATA driver… akhirnya keputusan bulat si vista tak tendang dan saya ambil dvd installer fedora core 8 dari almari terus tanpa ba bi bu langsung install deh itu fedora..

setelah fedora terinstall coba jalankan di notebook ini saya jadi tercengang sendiri karena hampir semua hardwarenya bisa digunakan sampai wirelessnya pun bisa dipakai tanpa konfigurasi macem macem… cuma yang masih kurang web camera bawaan nih notebook belum bisa nih… terus masalah aplikasi windows gimana dong.. kan ndak bisa jalan di linux… waduh… untung ada emulator wine dan crossover.. dengan emulator ini ms OFFICE 2003 bisa selingkuh dengan fedora loh… terus untuk install winenya begimana?.. ternyata cukup mudah asal udah online ketik saja yum -y install wine terus tinggal tidur deh.. ntar juga selesai sendiri..

eh eh iya kelupaan bluetooth gw gimana nggunainnya?… nahh ini tenang saja asal sudah terinstall bluez semua beres.. detail konfigurasinya nanti ya di tulisan yang lain..

ntfs partisinya gimana dong…? ini dia nihh bikin daku makin tergoda sama fedora 8 ternyata ntfsnya sudah automount and read+write…

tapi nanti modem telkomflash saya pasti ndak bisa dipakai nih (berpikir sejenak)…. **ide muncul*** gimana kalau coba ketik “dmesg | grep GSM” dorrrrr…. emaakkkkk ternyata adaaaaa….. langsung degh pakai kpp buat bikin koneksi… atawa wvdial..

mmmmm jadi yang belum apa yaa….

***berpikir sejenak****

OFFICE saja bisa selingkuh sama fedora.. kenapa saya kagak lamar saja itu fedora jadi pendamping toshiba portege m600 ane… OH FEDORA I Love U…

nb : ingat jangan baca artikel ini mentah mentah tapi telaahlah..


Mengenal WIFI

Mei 11, 2008

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

  • Channel 1 – 2,412 MHz;
  • Channel 2 – 2,417 MHz;
  • Channel 3 – 2,422 MHz;
  • Channel 4 – 2,427 MHz;
  • Channel 5 – 2,432 MHz;
  • Channel 6 – 2,437 MHz;
  • Channel 7 – 2,442 MHz;
  • Channel 8 – 2,447 MHz;
  • Channel 9 – 2,452 MHz;
  • Channel 10 – 2,457 MHz;
  • Channel 11 – 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan.

Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat –khususnya di kalangan komunitas Internet– menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut –yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan– dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Mewabah

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square– dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi –baik 2,4 GHz maupun 5 GHz– yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut –karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya– pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Lebih tahu mengenai Wi-Fi

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja.

Tapi Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA – nya menggunakan Windows XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya. Meskipun Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi Fi Hotspot” meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.


i’m BACK

Mei 11, 2008

malam ini aku kaget melihat postingan terakhirku di blog ini rupaya sudah 1 tahun yang lalu.. waduh udah lama banget gak update ya.. buat para pengunjung hanya kata maaf yang bisa saya ucapkan karena memang selama ini saya sibuk jeh.. udah ndak sempat nulis di blog ini.. akan tetapi mulai sekarang saya akan berusaha untuk selalu mengupdate blog saya ini.. akan tetapi masih sama seperti materi sebelumnya yaitu mengenai hal-hal teknis saja.. terutama yang berhubungan dengan dunia IT dan IS…


PCMCIA DLINK ON Linux Fedora Core 6

Mei 25, 2007

ati11571.jpg

Untuk bisa menggunakan PCMCIA Wireless Dlink DWL-G630 di Fedora Core 6 kita harus rela untuk sedikit bersusah payah melakukan konfigurasi di FC6, akan tetapi jangan kawatir karena disini akan dijelaskan langkah-langkah untuk bisa menggunakan pcmcia ini di FC6.

FYI: berikut adalah konfigurasi jaringan yang akan saya setup

  • SSID : Labkomp
  • IP Address 192.168.0.11
  • OS : Linux FC 6
  • Access point : LinkSys WRT54G
  • PCMCIA : DLINK DWL-G630

setelah tahu konfigurasinya sekarang saatnya kita mencoba mengkonfigurasi langkah demi langkah:

Langkah #1

chek driver dengan command “lspci”

root@harmiprasetyo# lspci

sehingga muncul :

……

…….

02:00.0 Network controller: RaLink RT2561/RT61 rev B 802.11g

….

Langkah #2 : DOWNLOAD DRIVER

gunakan wget atau browser anda untuk mendownload drivernya dari situs http://www.ralinktech.com.tw/data/RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0.tar.gz

Langkah #3 : Ekstrak File

ketikkan perintah sbb :

tar -zxvf RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0.tar.gz

Langkah #4 : Compile Driver

  • cd RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0
  • cd Module
  • cp Makefile.6 Makefile
  • make

Langkah #5 INSTALL DRIVER

  • mkdir -p /etc/Wireless/RT61STA
  • cp rt2561.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt2561s.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt2661.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt61sta.dat /etc/Wireless/RT61STA/rt61sta.dat
  • dos2unix /etc/Wireless/RT61STA/rt61sta.dat
  • mkdir /lib/modules/$(uname -r)/kernel/driver/net/wireless
  • cp rt61.ko /lib/modules/$(uname -r)/kernel/drivers/net/wireless

langkah #6 : LOAD DRIVER

jalankan dengan perintah:

# insmod /lib/modules/$(uname -r)/kernel/net/wireless/rt61.ko

chek driver ketik

#lsmod | grep rt61

output

rt61 235792 1

Langkah #7 : Jalankan Device

# ifconfig ra0 up

scann SSID yang ada dengan menggunakan command :

# iwlist scann

output

ra0 Scan completed :
Cell 01 – Address: 00:18:F8:E1:80:6C
ESSID:”Labkomp”
Mode:Managed
Channel:11
Encryption key:off
Bit Rates:0 kb/s
Langkah #8 : Lakukan koneksi

# iwconfig ra0 ESSID labkomp

# ifup ra0

Langkah #9

chek device ra0 dengan perintah

#ifconfig ra0

jika sudah silahkan coba ping ke server anda dan coba untuk mengaksesnya

note :

langkah-langkah ini sudah dicoba di linux Fedora Core 6 untuk distro lain belum dicoba


Tips Merawat Layar Notebook

Mei 10, 2007

dellnotebook.jpg

Tidak seperti monitor pada umumnya, layar notebook memang mebutuhkan perhatian dan perawatan yang ekstra. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda manfaatkan.

  • Selalu tutup notebook Anda jika tidak sedang digunakan. Jika perlu gunakan penutup anti debu dari plastik atau simpan dalam tas notebook.
  • Jangan pernah menyentuh layar notebook, apalagi dengan benda tajam.
  • Jangan menyemprotkan cairan pembersih langsung pada layar notebook.
  • Saat notebook tertutup usahakan notebook tidak mengalami tekanan. Terutama jangan letakkan benda-benda berat di atas notebook yang tertutup.
  • Jangan menutup notebook saat ada benda tertentu antara layar dan keyboard. Bahkan selembar kertas yang terjepit antara layar dan keyboard bisa menjadi penyebab kerusakan layar.
  • Jangan menutup notebook dengan cara membanting.
  • Untuk membersihkan layar notebook, gunakan sikat lembut yang memang dirancang untuk membersihkan layar LCD dari debu.
  • Jika sikat tidak cukup, gunakan kain lembut atau tisu yang dibasahi dengan cairan pembersih. Ingat! Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung amoniak atau alkohol. Semprotkan cairan pembersih pada kain dan usap layar perlahan-lahan saat membersihkan.
  • Cairan pembersih untuk layar notebook disarankan menggunakan jenis pembersih yang sama dengan yang digunakan untuk layar kamera digital. Cairan ini biasanya bisa didapatkan di toko penjual perlengkapan kamera.