FEDORA SEMAKIN MENGGODA

Mei 11, 2008

upss… judulnya iklan banget ya.. ya tapi memang seperti ini kenyataanya karena linux fedora core 8 sekarang ini makin ruarrr biasa and semakin mudah digunakan.. pokoknya plug and play nya dah oke bangetzz…

hal ini saya alami sendiri ketika kemarin saya terpaksa harus mengganti notebook compaq presario 2500 yang dibelikan kantor sekitar tahun 2004 karena sudah ndak kuat lagi melayani diriku jadi ganti dengan toshiba portege m600 lagi-lagi dibelikan oleh kantor ini.. kalau beli sendiri ya nanti dulu.

kalau dipikir-pikir apa hubungannya laptop baru sama fedora yang makin menggoda ya.. koq ngelantur ya.. back to topic!!!!

jadi awal ceritanya seperti ini :

setelah pagi hari notebook lama saya dipastikan mati bersama data-data saya di hardisk sebesar 80gb itu saya langsung kontak mbak asti (atas saran mas jhery loh) untuk meminta notebook pengganti.. begitu dapat lampu hijau langsung degh kontak harisma cari notebook yang sesuai budget.. eh gak ada.. terus ke computa deh… disana terhubung dengan bu dewi dan bilang kalau masih ada stok toshiba portege m600.. ya wis langsung pesen n siang itu juga saya ambil dengan ditemenin mas jhery ke computa..dari computa langsung ke lab untuk mencoba nih notebook baru. begitu dinyalain jreng!!!!.. loading deh tuh notebook dengan windows vista basic preinstallnya..lihat tampilan awalnya wuihh kerennn nihh si pista… begitu mencoba menginstall aplikasi.. ting tong…. alert messagenya muncul dah… ini vista bawel banget yak…

disinilah masalah dimulai… mulai dari software-software yang ndak kompatibel dengan nih vista sampai hardware tambahan yang ndak bisa dipakai gara-gara drivernya ndak support vista.. huh… akhir coba install windows XP yahh gagal dehh karena win XP sp2 kan belum support SATA driver… akhirnya keputusan bulat si vista tak tendang dan saya ambil dvd installer fedora core 8 dari almari terus tanpa ba bi bu langsung install deh itu fedora..

setelah fedora terinstall coba jalankan di notebook ini saya jadi tercengang sendiri karena hampir semua hardwarenya bisa digunakan sampai wirelessnya pun bisa dipakai tanpa konfigurasi macem macem… cuma yang masih kurang web camera bawaan nih notebook belum bisa nih… terus masalah aplikasi windows gimana dong.. kan ndak bisa jalan di linux… waduh… untung ada emulator wine dan crossover.. dengan emulator ini ms OFFICE 2003 bisa selingkuh dengan fedora loh… terus untuk install winenya begimana?.. ternyata cukup mudah asal udah online ketik saja yum -y install wine terus tinggal tidur deh.. ntar juga selesai sendiri..

eh eh iya kelupaan bluetooth gw gimana nggunainnya?… nahh ini tenang saja asal sudah terinstall bluez semua beres.. detail konfigurasinya nanti ya di tulisan yang lain..

ntfs partisinya gimana dong…? ini dia nihh bikin daku makin tergoda sama fedora 8 ternyata ntfsnya sudah automount and read+write…

tapi nanti modem telkomflash saya pasti ndak bisa dipakai nih (berpikir sejenak)…. **ide muncul*** gimana kalau coba ketik “dmesg | grep GSM” dorrrrr…. emaakkkkk ternyata adaaaaa….. langsung degh pakai kpp buat bikin koneksi… atawa wvdial..

mmmmm jadi yang belum apa yaa….

***berpikir sejenak****

OFFICE saja bisa selingkuh sama fedora.. kenapa saya kagak lamar saja itu fedora jadi pendamping toshiba portege m600 ane… OH FEDORA I Love U…

nb : ingat jangan baca artikel ini mentah mentah tapi telaahlah..


Mengenal WIFI

Mei 11, 2008

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLANs (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah nama dagang (certification) yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (Internet) yang bekerja di jaringan WLANs dan sudah memenuhi kualitas interoperability yang dipersyaratkan.

Teknologi Internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat –khususnya di kalangan komunitas Internet– menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut –yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan– dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Mewabah

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square– dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi –baik 2,4 GHz maupun 5 GHz– yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut –karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya– pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Lebih tahu mengenai Wi-Fi

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”. Juga salah satu kelebihan dari Wi-Fi adalah kecepatannya yang beberapa kali lebih cepat dari modem kabel yang tercepat. Jadi pemakai Wi-Fi tidak lagi harus berada di dalam ruang kantor untuk bekerja.

Tapi Wi-Fi hanya dapat di akses dengan komputer, laptop, PDA atau Cellphone yang telah dikonfigurasi dengan Wi-Fi certified Radio. Untuk Laptop, pemakai dapat menginstall Wi-Fi PC Cards yang berbentuk kartu di PCMCIA Slot yang telah tersedia. Untuk PDA, pemakai dapat menginstall Compact Flash format Wi-Fi radio di slot yang telah tersedia. Bagi pengguna yang komputer atau PDA - nya menggunakan Windows XP, hanya dengan memasangkan kartu ke slot yang tersedia, Windows XP akan dengan sendirinya mendeteksi area disekitar Anda dan mencari jaringan Wi-Fi yang terdekat dengan Anda. Amatlah mudah menemukan tanda apakah peranti tersebut memiliki fasilitas Wi-Fi, yaitu dengan mencermati logo Wi-Fi CERTIFIED pada kemasannya. Meskipun Wi-Fi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wi-Fi Hotspot”, jumlah tempat-tempat umum yang menawarkan “Wi Fi Hotspot” meningkat secara drastis. Hal ini disebabkan karena dengan dijadikannya tempat mereka sebagai “Wi-Fi Hotspot” berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya memberikan nilai tambah bagi para pelanggan. Layanan Wi-Fi yang ditawarkan oleh masing-masing “Hots Spot” pun beragam, ada yang menawarkan akses secara gratis seperti halnya di executive lounge Bandara, ada yang mengharuskan pemakainya untuk menjadi pelanggan salah satu ISP yang menawarkan fasilitas Wi-Fi dan ada juga yang menawarkan kartu pra-bayar. Apapun pilihan Anda untuk cara mengakses Wi-Fi, yang terpenting adalah dengan adanya Wi-Fi, Anda dapat bekerja dimana saja dan kapan saja hingga Anda tidak perlu harus selalu terkurung di ruang kerja Anda untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.


i’m BACK

Mei 11, 2008

malam ini aku kaget melihat postingan terakhirku di blog ini rupaya sudah 1 tahun yang lalu.. waduh udah lama banget gak update ya.. buat para pengunjung hanya kata maaf yang bisa saya ucapkan karena memang selama ini saya sibuk jeh.. udah ndak sempat nulis di blog ini.. akan tetapi mulai sekarang saya akan berusaha untuk selalu mengupdate blog saya ini.. akan tetapi masih sama seperti materi sebelumnya yaitu mengenai hal-hal teknis saja.. terutama yang berhubungan dengan dunia IT dan IS…


PCMCIA DLINK ON Linux Fedora Core 6

Mei 25, 2007

ati11571.jpg

Untuk bisa menggunakan PCMCIA Wireless Dlink DWL-G630 di Fedora Core 6 kita harus rela untuk sedikit bersusah payah melakukan konfigurasi di FC6, akan tetapi jangan kawatir karena disini akan dijelaskan langkah-langkah untuk bisa menggunakan pcmcia ini di FC6.

FYI: berikut adalah konfigurasi jaringan yang akan saya setup

  • SSID : Labkomp
  • IP Address 192.168.0.11
  • OS : Linux FC 6
  • Access point : LinkSys WRT54G
  • PCMCIA : DLINK DWL-G630

setelah tahu konfigurasinya sekarang saatnya kita mencoba mengkonfigurasi langkah demi langkah:

Langkah #1

chek driver dengan command “lspci”

root@harmiprasetyo# lspci

sehingga muncul :

……

…….

02:00.0 Network controller: RaLink RT2561/RT61 rev B 802.11g

….

Langkah #2 : DOWNLOAD DRIVER

gunakan wget atau browser anda untuk mendownload drivernya dari situs http://www.ralinktech.com.tw/data/RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0.tar.gz

Langkah #3 : Ekstrak File

ketikkan perintah sbb :

tar -zxvf RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0.tar.gz

Langkah #4 : Compile Driver

  • cd RT61_Linux_STA_Drv1.1.0.0
  • cd Module
  • cp Makefile.6 Makefile
  • make

Langkah #5 INSTALL DRIVER

  • mkdir -p /etc/Wireless/RT61STA
  • cp rt2561.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt2561s.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt2661.bin /etc/Wireless/RT61STA/
  • cp rt61sta.dat /etc/Wireless/RT61STA/rt61sta.dat
  • dos2unix /etc/Wireless/RT61STA/rt61sta.dat
  • mkdir /lib/modules/$(uname -r)/kernel/driver/net/wireless
  • cp rt61.ko /lib/modules/$(uname -r)/kernel/drivers/net/wireless

langkah #6 : LOAD DRIVER

jalankan dengan perintah:

# insmod /lib/modules/$(uname -r)/kernel/net/wireless/rt61.ko

chek driver ketik

#lsmod | grep rt61

output

rt61 235792 1

Langkah #7 : Jalankan Device

# ifconfig ra0 up

scann SSID yang ada dengan menggunakan command :

# iwlist scann

output

ra0 Scan completed :
Cell 01 - Address: 00:18:F8:E1:80:6C
ESSID:”Labkomp”
Mode:Managed
Channel:11
Encryption key:off
Bit Rates:0 kb/s
Langkah #8 : Lakukan koneksi

# iwconfig ra0 ESSID labkomp

# ifup ra0

Langkah #9

chek device ra0 dengan perintah

#ifconfig ra0

jika sudah silahkan coba ping ke server anda dan coba untuk mengaksesnya

note :

langkah-langkah ini sudah dicoba di linux Fedora Core 6 untuk distro lain belum dicoba


Tips Merawat Layar Notebook

Mei 10, 2007

dellnotebook.jpg

Tidak seperti monitor pada umumnya, layar notebook memang mebutuhkan perhatian dan perawatan yang ekstra. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda manfaatkan.

  • Selalu tutup notebook Anda jika tidak sedang digunakan. Jika perlu gunakan penutup anti debu dari plastik atau simpan dalam tas notebook.
  • Jangan pernah menyentuh layar notebook, apalagi dengan benda tajam.
  • Jangan menyemprotkan cairan pembersih langsung pada layar notebook.
  • Saat notebook tertutup usahakan notebook tidak mengalami tekanan. Terutama jangan letakkan benda-benda berat di atas notebook yang tertutup.
  • Jangan menutup notebook saat ada benda tertentu antara layar dan keyboard. Bahkan selembar kertas yang terjepit antara layar dan keyboard bisa menjadi penyebab kerusakan layar.
  • Jangan menutup notebook dengan cara membanting.
  • Untuk membersihkan layar notebook, gunakan sikat lembut yang memang dirancang untuk membersihkan layar LCD dari debu.
  • Jika sikat tidak cukup, gunakan kain lembut atau tisu yang dibasahi dengan cairan pembersih. Ingat! Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung amoniak atau alkohol. Semprotkan cairan pembersih pada kain dan usap layar perlahan-lahan saat membersihkan.
  • Cairan pembersih untuk layar notebook disarankan menggunakan jenis pembersih yang sama dengan yang digunakan untuk layar kamera digital. Cairan ini biasanya bisa didapatkan di toko penjual perlengkapan kamera.

Percakapan VoIP, Ponsel Cerdas Berbasis IP

Februari 27, 2007

Di era telekomunikasi digital yang semakin berkembang pesat, mobilitas
menjadi sebuah pilihan yang diinginkan siapa saja. Mobilitas di era
digitalisasi sekarang ini memungkinkan siapa saja di mana saja untuk
mengerjakan berbagai aktivitas, termasuk percakapan telepon berbasis
protokol internet atau IP.

Bisa jadi, telekomunikasi berbasis IP yang lazim disebut dengan VoIP
menjadi sebuah aplikasi penting dalam menyongsong era kehadiran
teknologi telekomunikasi 3G (baca triji) yang sekarang masih mencari
bentuk untuk bisa digelar seluas-luasnya dan digunakan oleh siapa saja.

Telekomunikasi berbasis IP mencapai momentumnya, memperluas kemungkinan
koneksi yang dimulai hanya antara komputer dan komputer untuk bisa
berbicara dengan perangkat-perangkat lain, termasuk telepon PSTN dan
seluler. Kita mulai banyak melihat kehadiran perangkat ponsel yang
memiliki fitur nirkabel WiFi, tidak hanya digunakan untuk akses ke
jaringan internet, tetapi juga untuk percakapan teleponi VoIP.

Tersedianya akses hotspot yang merebak di mana-mana memang memberikan
pilihan lain untuk melakukan percakapan telepon tidak hanya menggunakan
jaringan konvensional, tetapi juga memanfaatkan perkembangan jaringan
internet untuk melakukan percakapan melalui VoIP.

Dari sisi perangkat lunak, sudah banyak tersedia aplikasi untuk
digunakan. Aplikasi MobiVoIP, misalnya, sekarang sudah bisa digunakan
pada perangkat PDA ponsel jenis PDA Palm Treo 650. Memang, perangkat
Treo 650 berbasis GSM akan mengalami kesulitan untuk menggunakan akses
GPRS yang masih lamban dan di Indonesia tidak stabil.

Namun, Palm Treo 650 berbasis CDMA (Kompas 15/5) dengan koneksi
CDMA2000- 1XRTT memiliki koneksi yang memuaskan sehingga aplikasi
MobiVoIP pun bisa digunakan walaupun tidak terkoneksi ke jaringan
hotspot. Kehadiran MobiVoIP pada perangkat-perangkat ponsel dan PDA
ponsel memang mengubah cara kita bertelekomunikasi.

Berbasis IP

Perangkat lain yang juga menyongsong kehadiran telekomunikasi VoIP
adalah ponsel-ponsel Nokia yang sekarang mulai hadir dengan fitur
nirkabel untuk koneksi ke jaringan internet. Perangkat seperti Nokia
9300i dan Nokia E61, misalnya, sekarang memberikan pilihan untuk
melakukan percakapan VoIP.

Nokia 9300i yang menggunakan aplikasi sistem operasi Symbian memang
berbeda dengan Nokia E61 yang sudah memiliki softphone di dalamnya.
Namun, untuk melakukan percakapan VoIP menggunakan Nokia 9300i, ada
sebuah aplikasi disebut Barablu (www.barablu.com) memungkinkan melakukan
percakapan berbasis IP.

Aplikasi Barablu memiliki banyak fitur, seperti panggilan video ke
ponsel, percakapan ponsel ke ponsel tanpa bayar, percakapan komputer ke
ponsel, maupun percakapan IP Phone ke ponsel. Dan hanya dalam waktu dua
bulan, penggunaan aplikasi Barablu ini sudah tersebar ke 96 negara.

Nokia E61 memang dirancang sebagai ponsel masa depan, memberikan pilihan
luas penggunanya untuk menggunakan jaringan GSM, jaringan 3G, serta
jaringan nirkabel. Yang menarik dari ponsel asal Finlandia ini adalah
tersedianya softphone berbasis protokol SIP memungkinkan terkoneksinya
ponsel ini dengan server VoIP seperti GlobalCall atau i4te VoIP.

Dalam percobaan yang dilakukan antara Nokia Indonesia, Cisco Systems,
dan operator selular XL, misalnya, Nokia E61 mampu menghadirkan konsep
seamless networking untuk menghubungkan penggunanya melalui jaringan
berbasis IP. Kualitas suara yang dihasilkan Nokia E61 ketika menjadi
perangkat telekomunikasi berbasis IP setara dengan kualitas suara GSM
pada sebuah lingkungan hotspot.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Barablu juga akan menyediakan
aplikasi untuk digunakan pada Nokia E61 ini. Artinya, pilihan
telekomunikasi berbasis IP dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan
berubah total, dan mendesak eksistensi jaringan telekomunikasi
konvensional yang sekarang masih dikelola secara kolot.

Persaingan

Sekarang memang terjadi persaingan yang ketat dalam mendominasi pasaran
ponsel cerdas, baik yang berbasis ponsel maupun yang berbasis PDA
seperti Ipaq 6965 yang baru buatan Hewlett Packard. Menurut riset ABI
Research pada bulan Februari lalu, pasaran ponsel cerdas akan meningkat
dua kali lipat pada tahun 2006 ini menjadi 123 juta unit atau sekitar 15
persen dari total populasi pasaran ponsel.

Pada tahun 2010, sebanyak 25 persen berbagai model ponsel cerdas akan
memiliki kemampuan untuk berbicara secara nirkabel. Peta ponsel cerdas
sekarang ini menurut riset yang dilakukan Gartner terdiri atas sistem
operasi Symbian sebesar 76,2 persen, Linux 13,7 persen, Palm OS sebesar
4,6 persen, Windows Mobile buatan Microsoft sebesar 4,5 persen, dan RIM
yang menghadirkan sistem Blackberry sebesar 1 persen.

Persaingan penggunaan sistem operasi pada ponsel cerdas ini memang
menjadi menarik karena pertumbuhannya memang menggiurkan. Ipaq 6965 yang
terbaru buatan Hewlett Packard, misalnya, selain berfungsi sebagai
ponsel dengan akses jaringan nirkabel, juga dilengkapi dengan fasilitas
Global Positioning System (GPS) yang mulai populer digunakan di
mancanegara.

Hewlett Packard tampaknya memang mencari peluang untuk masuk ke dalam
pasaran ponsel cerdas ini. Ipaq 6965 memang masih perlu untuk mencari
bentuknya sendiri, terutama penggunaan fasilitas nirkabel untuk
keperluan telekomunikasi VoIP. Dengan menggunakan aplikasi SJPhone
sebagai softphone, Ipaq 6965 sudah bisa untuk digunakan sebagai ponsel
VoIP.

Masalahnya, fitur nirkabel pada perangkat Ipaq 6965 yang merupakan
perkembangan dari seri 6500 sebelumnya ternyata tidak mampu untuk
berkomunikasi dengan berbagai hotspot. Ketika menggunakan SJPhone yang
berbasis SIP, walaupun perangkat buatan Hewlett Packard ini memiliki
prosesor Xscale buatan Intel Corp yang lebih baru, masih perlu perbaikan
engineering untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan
telekomunikasi berbasis IP.

Akan tetapi, semua kehadiran perangkat telepon seluler cerdas ini
menunjukkan akan terjadi perubahan penting dalam cara kita
bertelekomunikasi. Yang pasti, mobilitas dan telekomunikasi berbasis IP
akan menghasilkan percakapan telepon murah. (RLP)

TULISAN INI DICOPY SAMA PERSIS SEPERTI ARTIKEL ASLINYA

di warnet2000@yahoogroups.com


SELAMAT HARI RAYA

Oktober 26, 2006

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H
MINAL A’IDIN WAL FA’IDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Wimax Vs 3G

Oktober 6, 2006

WiMAX VS 3G

Belakangan ini teknologi WiMAX telah menjadi primadona perbincangan dan diskusi baik diantara vendor maupun operator telekomunikasi dunia. Dengan kemampuan yang lebih dibanding teknologi BWA (Brodband Wireless Access) sebelumnya WiMAX menjadi salah satu penantang 3G (sistem seluler generasi ke-3) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan akses kecepatan tinggi.

Dengan munculya WiMAX secara otomatis akan menimbulkan persaingan antara pengusung WiMAX dengan vendor pengusung 3G. Masing-masing saling berlomba menunjukkan kebolehan dan keunggulan baik yang terkait dengan teknologi, layanan, investasi (nilai ekonomis) maupun dalam kemudahan penggunaan dan pemeliharaannya. Seperti diketahui telah banyak negara yang mengimplementasikan teknologi 3G (Indonesia masih trial) namun untuk WiMAX masih dalam proses sertifikasi. Kalaupun ada yang mengimplementasikan masih menggunakan teknologi pre WiMAX.

Banyak faktor penentu untuk suksesnya implementasi suatu teknologi. Dengan demikian sangat perlu diperhatikan tentunya bagi operator yang akan mengoperasikan teknologi WiMAX atau 3G. Artikel berikut merupakan sekilas uraian perbandingan antara teknologi WiMAX dan teknologi 3G. Tentunya dalam proses evaluasi yang lebih tajam diperlukan adanya kajian yang lebih mendalam menyangkut aspek teknis maupun aspek ekonomis. Selain itu perlu dibedakan antara kajian untuk operator incumbent maupun bagi operator baru.

Teknologi 3G

Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkatan bandwidth hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan berjalan (nomadic), sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya sekitar 128 KBps dan sampai 2 MBps bila dalam kondisi diam. Teknologi yang bisa digunakan untuk memberikan layanan 3G bisa berbasis GSM (W-CDMA) atau CDMA (CDMA2000). Namun karena dari awal teknologi di 2G-nya didominasi oleh sistem GSM maka untuk 3G-nya saat ini juga masih banyak berkembang dari teknologi W-CDMA. Diantara kedua teknologi 3G dimaksud juga saling berkompetisi antara yang berbasis GSM dan CDMA.

Gambar berikut mendeskripsikan evolusi teknologi seluler (GSM & CDMA) menuju ke 3G.

Gambar 1. Evolusi Sistem Seluler ke 3G

Teknologi WiMAX

Sementara itu WiMAX merupakan teknologi yang sangat baru. Bahkan pengujian perangkat dari beberapa vendor untuk mendapat sertifikat ”WiMAX” baru dimulai sekitar bulan Agustus 2005. Untuk standar WiMAX mobile (IEEE 802.16e) baru disahkan sekitar pertengahan tahun 2006. Sementaa itu WiMAX yang akan berkembang saat ini masih comply ke standar IEEE 802.16-2004 yang diaplikasikan untuk solusi fixed.

Sedangkan di teknologi WiMAX diawali dengan standar 802.16 kemudian diperbaharui ke 802.16 (REVd) dan dikembangkan ke untuk melayani pelanggan mobile (802.16e). Tabel berikut menerangkan berbagai standar evolusi di WiMAX.

Tabel 1. Perkembangan Standar WiMAX

Produk Life Cycle

Seperti biasa pada implementasi sebuah teknologi atau produk maka mata rantai dari life cycle produk dimaksud akan melalui 4 tahapan yaitu product development, introduction to market, Mature Market dan product phase-out.

Perbedaan antara WiMAX dan 3G saat ini adalah bahwa untuk WiMAX tahapannya baru memasuki product development dan sedang introduction to market. Sedangkan 3G sedang mengalami 2 tahapan yaitu introduction to market dan mature market (untuk beberapa negara).

Untuk fase product phase-out tentunya masih belum diketahui, perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait dengan waktu (berapa tahun) kedua teknologi tersebut mampu bertahan.

Gambar berikut mendeskripsikan produk Life Cycle antara teknologi WiMAX dan 3G.

Gambar 2. Life Cycle WiMAX & 3G

Layanan

Bila dilihat dari sisi layanan (speed) yang bisa diberikan, maka WiMAX mampu melampaui 3G. Tabel berikut diambil dari CSBF research yang menggambarkan perbandingan berbagai teknologi ke depan termasuk 3G dan WiMAX.

Tabel 2. Perbandingan Data rate (speed) antara 3G & WiMAX

Dengan demikian keunggulan WiMAX adalah terlihat dari sisi kecepatannya. Dengan demikian secara otomatis akan banyak memberikan layanan yang menarik dibanding 3G.

Namun bila difokuskan pada kemampuan mobility-nya, 3G masih unggul dibanding WiMAX. Apalagi saat ini (tahun 2005) WiMAX baru difokuskan untuk pelanggan fixed dan baru tahun 2006 mulai difokuskan untuk pelanggan bergerak (nomadic). Gambaran perbandingan tingkat mobilitas antara WiMAX dan 3G dapat dilihat seperti terlampir di bawah :

Gambar 3. Mobility antara 3G vs WiMAX

Menurut deskripsi di atas, maka WiMAX sangat cocok untuk kondisi low mobility namun high bandwidth. Sedangkan 3G diperuntukkan untuk high mobility dengan data rate yang rendah.

Disamping perbedaan di atas dari awal teknologi seluler termasuk 3G adalah diperuntukkan untuk pelanggan personal. Lain dengan teknologi WiMAX yang pada awalnya diimplementasikan untuk backhaul maupun akses broadband. Ke depan setelah mengikuti standar 802.16 e WiMAX baru cocok untuk aplikasi mobile (nomadic).

Bagaimana di Indonesia ?

Khusus di Indonesia ke dua teknologi baik WiMAX maupun 3G masih belum ditetapkan frekuensinya dan operator yang berhak siapa dan dapat berapa MHz. Kasus penerapan 3G diperkirakan masih menunggu waktu yang cukup lama. Operator lama yang baru melakukan trial adalah Telkomsel dan Indosat sedangkan operator baru yang telah memegang lisensi 3G adalah Natrindo dan Cyber Access Communication (CAC). Sementara di WiMAX sendiri dari regulasi baru menginformasikan kemungkinan penerapannya di kisaran band 2,3 GHz; 3,5 GHz; dan 5,8 GHz. Frekuensi persis dan nama operatornya belum ditentukan.

Kesimpulan dan Saran

- WiMAX sangat cocok digunakan untuk pelanggan dengan tingkat mobilitas yang rendah namun kebutuhan bandwidthnya tinggi.

- 3G fokus pada pelanggan dengan tingkat kebutuhan mobilitas tinggi sedangkan kebutuhan bandwidthnya lebih rendah.

- Dari sisi time to market 3G mendahului dibanding dengan WiMAX.

- Dalam perkembanganya 3G dikembangkan untuk pelanggan personal sedangkan WiMAX awalnya dikembangkan untuk bachaul, akses, baru ke personal.

- Perlu segera ketetapan dari pemerintah berkaitan dengan frekuensi WiMAX dan 3G.

Gunadi Dwi Hantoro, Penulis adalah Engineer di Lab Wireless TELKOMRisTI. Saat ini penulis sedang melakukan kajian dan riset teknologi WiMAX.